Bekali Petugas Gizi dan Bidan dalam Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar melaksanakan Pelatihan PMBA

0
13

Dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat, Seksi Gizi & KIA Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Pelatihan Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA) Program Perbaikan Gizi Masyarakat pada tanggal 14 – 18 September 2020 di D’Maleo Hotel. Pelatihan terdiri dari 2 angkatan dengan masing-masing peserta setiap angkatan berjumlah 10 orang. Pelatihan tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar sebagai Institusi Pengampu. Sementara itu, fasilitator yang terlibat dalam pelatihan tersebut merupakan ASN yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Agustina Uta,SKM,M.Kes & Andi Chandrawali,SKM,M.Kes), Dinas Kesehatan Polewali Mandar (Susdwiastuti,SKM,M.Kes) & Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju (Sri Damayanti,AMG) yang telah mengikuti TOT Pelatihan PMBA.

Pelaksanaan Pelatihan PMBA bertujuan untuk membekali peserta yang merupakan Petugas Gizi dan Bidan Desa memiliki kompetensi dalam menjelaskan Konsep PMBA, melakukan praktik pemberian ASI, melakukan pemberian makan ibu hamil, ibu menyusui dan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI), melakukan pemantauan pertumbuhan, menjelaskan gizi dan kesehatan ibu, menjelaskan rujukan anak sakit ke fasilitas kesehatan hingga melakukan konseling PMBA. Disamping itu, pelaksanaan pelatihan ini juga merupakan

salah satu usaha menekan angka stunting di Provinsi Sulawesi Barat dengan mencetak konselor konseling PMBA yang berperan penting dalam menyebarluaskan informasi menyeluruh dan utuh tentang 1000 hari pertama kehidupan sebagai masa emas bagi pertumbuhan dan perkembangan ibu hamil dan anak sampai usia 2 tahun.

Dalam arahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (dr. Muhammad Alief Satria Lahmuddin) saat menjadi Narasumber pada kegiatan tersebut disampaikan kepada peserta latih agar mampu berkontribusi maksimal dalam menekan angka stunting di provinsi malaqbi ini dengan melakukan PMBA secara komprehensif mulai pada tahapan konsepnya hingga melakukan konseling ke masyarakat. Selain itu, Beliau juga mengharapkan kepada seluruh peserta latih dengan bersama-sama pengelola program lainnya di unit kerja masing-masing untuk selalu mengintegrasikan layanan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Usaha Kesehatan Perorangan (UKP) sehingga PMBA yang dilakukan tidak hanya berdampak pada capaian program saja, namun mampu mendongkrak Indeks Keluarga Sehat (IKS) khususnya pada indikator keluarga sehat ke-4 Bayi diberi ASI ekslusif selama enam bulan dan indikator ke-5 Pertumbuhan Balita dipantau tiap bulan.        

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here