In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player
Joomla! Slideshow

Kata Sambutan

Website Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Barat merupakan media untuk menampilkan profil wilayah dan kesehatan yang diharapkan mampu memberikan berbagai macam data dan informasi terkait dengan program kerja maupun kegiatan kami kepada masyarakat. Semoga website ini bermanfaat

 

Menu Utama

Galery kegiatan

Image1 Image2 Image3 Image4 Image5 Image6 Image7 Image8 Image9 Image10 Image11 Image12 Image13 Image14 Image15 Image16 Image17 Image18 Image19 Image20 Image21

Login Form



Pengunjung

Hari Ini84
Kemarin121
Minggu Lalu430
Bulan Lalu2777
Total59658

Currently are 10 guests online


VCNT - Visitorcounter

Who's Online

We have 13 guests online


2 Isu Kesehatan menjadi pembahasan Musrembang PDF Print E-mail
Saturday, 12 April 2014 00:00

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Daerah Provinsi Sulawesi Barat tahun 2014 bertempat di Ruang Pertemuan kantor Gubernur Sulawesi Barat yang di buka secara langsung oleh Deputi Bidang Evaluasi kinerja Pembangunan Dr. Ir. Edi Effendi Tedjakusuma, MA bersama Bapak Gubernur Sulawesi Barat Drs.H. Anwar Adnan Saleh dan perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PDT

Musrembang di ikuti 6 kabupaten yang di pusatkan di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat dan Hotel d,Maleo mamuju

Hari kedua Pelaksanaan Musrembang yang dilakukan dalam bentuk Desk menurut Satuan kerja Perangkat Daerah. Dalam pelaksanaan dersk secara kelompok maka Dinas Kesehatan membahas 2 (dua) isu yaitu peningkatan akses air dan penurunan Angka kematian ibu dan anak.

Last Updated on Tuesday, 22 April 2014 16:47
Read more...
 
Sulawesi Barat Memasuki Era Baru Pemeriksaan TB PDF Print E-mail
Written by p2pl   

Penyakit TB atau yang dahulu dikenal dengan nama TBC yang sering juga di anekdotkan “Penyakit tiga huruf “ hingga saat ini masih merupakan permasalahan utama didunia. Indonesia hingga saat ini merupakan penyumbang penyakit TB ke-5 dunia setelah India, Cina, Negeria Dan Afrika Selatan, penyakit ini juga menjadi pembunuh nomor satu dari golongan penyakit infeksi (SKRT tahun 2005)

Penyakit ini selain sangat menular, waktu pengobatannyapun cukup lama yakni minimal 6 bulan. Proses penegakan diagnosisnyapun cukup terbilang rumit oleh karena harus melalui laboraturium dan harus menunggu berhari hari hingga saatnya dapat diketahui, hingga pada tahun 2010 di prancis ditemukan suatu alat pemeriksa cepat yang diberi nama GeneXpert. Alat ini mampu mendeteksi TB hanya pada waktu 2 jam dengan tingkat akurasi mencapai 99%. Alat ini juga mampu medeteksi kuman TB yang resisten terhadap pengobatan TB lini satu atau yang biasa diistilahkan dengan multy Drug Resisten TB (MDR TB)

Last Updated on Saturday, 05 April 2014 07:44
Read more...
 
AKB Sulbar meningkat dari 2012 ke tahun 2013 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 27 January 2014 08:45

Gambaran masyarakat Provinsi Sulawesi Barat masa depan yang ingin dicapai oleh segenap kelompok masyarakat melalui pembangunan kesehatan Provinsi Sulawesi Barat adalah “Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas Dan Mandiri Pada Tahun 2016”. Untuk mewujudkan visi tersebut ada lima misi yang diemban oleh seluruh jajaran petugas kesehatan di masing-masing jenjang administrasi pemerintahan, yaitu Mewujudkan, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat; Mengupayakan pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan; Menjamin Ketersediaan obat esensial sesuai standar; Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.Guna mempertegas rumusan visi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat “Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Yang Berkualitas Dan Mandiri Pada Tahun 2016” maka ditempuh strategi percepatan berupa Peningkatan cakupan pemeriksaan dan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan; Peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat terhadap pelayanan kesehan yang berkualitas ditingkat dasar maupun rujukan terutama bagi bayi; Peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan balita di sarana pelayanan kesehatan; Peningkatan cakupan kunjungan balita ke Sarana Pelayanan Kesehatan; Meningkatkan upaya promosi kesehatan dalam mencapai perubahan Perilaku dan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat; Meningkatkan keterpaduan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan; Fasilitasi Peningkatana Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). 

Last Updated on Monday, 27 January 2014 09:10
Read more...
 
JKN multi manfaat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 13 January 2014 08:24

Jangan mau menjadi sadikin, sakit sedikit, langsung miskin. Karena mereka tak punya biaya berobat, apalagi berbiaya besar dari tindakan operasi. Sungguh memberatkan...!. Padahal, semua Warga Indonesia dapat terhindar dari musibah ini. Nah mau tahu caranya ?

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mempunyai multi manfaat, secara medis dan maupun non medis. Ia mempunyai manfaat secara komprehensive; yakni pelayanan yang diberikan bersifat paripurna mulai dari preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Seluruh pelayanan tersebut tidak dipengaruhi oleh besarnya biaya iuran bagi peserta. Promotif dan preventif yang diberikan bagi upaya kesehatan perorangan (personal care).

JKN menjangkau semua penduduk, artinya seluruh penduduk, termasuk warga asing harus membayar iuran dengan prosentase atau nominal tertentu, kecuali bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, iurannya dibayar oleh pemerintah. Peserta yang terakhir ini disebut sebagai penerima bantuan iuran. Harapannya semua penduduk Indonesia sudah menjadi peserta JKN pada tahun 2019.

Read more...
 
Kalakarya Kesesehatan Desa Bangun Mandar di Kecamatan Matakali PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 26 November 2013 16:15

Data Survei kesehatan Dasar tahun 2012 menunjukkan terjadinya peningkatan angka kematian ibu yang signifikan dari 228 / 100.000 kelahiran hidup menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup. Data yang dirilis oleh BPS yang bekerja sama dengan BKKBN Pusat ini menjadi salah satu indikator utama dalam pencaaian target pembangunan Nasional.

 

Selain itu Data Riskesdas tahun 2013, yang akan dirilis secara resmi desember mendatang menunjukkan adanya peningkatan prevalensi gizi Kurang dan buruk di Sulawesi barat dari 20,5% pada tahun 2010 menjadi 29,1% pada tahun 2013 ini.

 

Prevalensi gizi buruk dan kurang merupakan salah satu dari 24 indikator Indeks Pembangunan Kesehatan (IPKM) yang dikeluarkan oleh kementerian Kesehatan. Selanjutnya dari 24 Indikator di pilihlah 9 indikator mutlak, yang harus di intervensi oleh daerah jika ingin Indeks kesehatannya meningkat, Selama tahun 2013 ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat secara akktif melakukan kegiatan peningkatan IPKM ini melalui pelaksanaan kegiatan yang berfokus pada peningkatan kapasitas petugas kesehatan, Monittoring Evaluasi dan pada tataran kebijakan daerah. Salah satu kegiatan yang giat dilakukan adalah dengan melaksanakan Kalakarya Kesehatan yang dilaksanakan di Desa Bangun Mandar, Terdapat 8 Desa Bangun mandar yang sudah diintervensi dalam kegiatan berbentuk dialog dan belajar bersama merumuskan strategi penanganan masalah kesehatan yang lebih baik.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 16

Polling

Situs Kesehatan Ini Sebaiknya Mengandung Kontent
 

Kalender

Agenda Dinkes

Belum Ada Agenda
Tampilkan Kalender Penuh

Dinkes On Facebook