Dinas Kesehatan provinsi Sulawesi barat melaksanakan Pelatihan Pelayanan Kesehatan Balita untuk Penatalaksanaan Balita Sakit atau masalah Gizi yang dilaksanakan di Hotel dMaleo Mamuju.
Kegiatan yang dilaksanakan dengan model Blended Learning ini dilaksanakan selama 10 hari dengan pertemuan via daring 6 hari dan luring (tatap muka) selama 4 hari dan mendapatkan pendampingan dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar. Quality control (QC) pelatihan Swestika Swandari, S,Si,Apt, M.Pharm yan hadir di Mamuju mengatakan bahwa kehadiran QC adalah untuk memastikan pelatihan berjalan sesuai kurikulum serta memverifikadi pelatihan berjalan sesuai dengan rencana pelatihan atau tidak.
Keterbatasan Provinsi Sulawesi Barat karena belum memiliki Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) sehingga terbatasnya sumber daya misalkan SDM yang terlatih TOC dan pengendali pelatihan.
Para peserta pelatihan sebanyak 59 orang yang terbagi dalam 2 angkatan / kelas ini di hadiri oleh Dinas Kesehatan kabupaten dan perwakilan Puskesmas terpilih se Provinsi Sulawesi Barat yang terdiri dari :
- Puskesmas Anreapi
- Puskesmas Aralle
- Puskesmas Campaloga
- Puskesmas Polocamba
- Puskesmas Tammerodo
- Puskesmas Baras 1
- Puskesmas Salutambun
- Puskesmas Saloadak
- Puskesmas Tapalang Barat
- Puskesmas Bambaira
- Puskesmas Tutallu dan
- Puskesmas Pamboang
Uta Agustina Tabang Kalua, SGz, M.Kes salah satu fasilitator kegiatan mengharapkan setelah terlatihnya petugas Puskesmas dapat melakukan penanganan gizi buruk yang ditemukan sehingga saat menemukan kasus tidak langsung rujukan tetapi memberikan penanganan sesuai dengan klasifikasi status masalah gizi.
oleh : Muh Saleh – Pengelola Data dan Informasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat