Tekan Kasus Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Sulbar Gelar FGD Komposit Intervensi AKI

0
18
Tekan Kasus Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Sulbar Gelar FGD Komposit Intervensi AKI

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) Komposit Intervensi Angka Kematian Ibu (AKI) yang digelar di Hotel Marannu, Mamuju, Rabu (27/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh pengelola program kesehatan ibu dan anak dari tingkat provinsi dan enam kabupaten se-Sulawesi Barat, serta perwakilan dari dua Puskesmas terpilih di setiap kabupaten. Kehadiran peserta dari berbagai tingkatan diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menekan kasus kematian ibu dan bayi di daerah ini.

FGD dipandu oleh Muh Saleh dan Agustina Uta Tabangkalua, Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan berlangsung dinamis, dengan diskusi mendalam mengenai tantangan lapangan, capaian program, serta langkah-langkah strategis yang perlu diperkuat.

9 Jenis Intervensi Prioritas Penanganan AKI

Dalam forum ini, Dinkes Sulbar memetakan sepuluh intervensi komposit yang menjadi fokus utama:

  1. Skrining Layak Hamil
  2. Tata Laksana Pasangan Usia Subur (PUS) yang Tidak Layak Hamil
  3. Skrining Kehamilan
  4. Tata Laksana Ibu Hamil dengan Komplikasi Medis
  5. Skrining Bayi Baru Lahir
  6. Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED)
  7. Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK)
  8. Program Bantu Rujuk9. Gerakan Masyarakat Bumil Sehat

dan dilakukan diskusi mengenai Manajemen Program (Capaian Data, Diseminasi, dan Monitoring Evaluasi bulanan)

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim  melalui tim teknis menyampaikan bahwa pelaksanaan FGD ini merupakan langkah penting dalam menyamakan persepsi, menyusun strategi, serta memperkuat koordinasi lintas kabupaten. “Upaya menekan AKI tidak bisa parsial, tetapi harus kolaboratif, sistematis, dan berbasis data,” ujar fasilitator dalam diskusi.

Melalui forum ini, diharapkan setiap kabupaten mampu memperkuat implementasi intervensi, memperbaiki sistem rujukan, dan meningkatkan deteksi dini risiko kehamilan. Selain itu, dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat juga dinilai sangat penting agar target penurunan AKI dapat tercapai sesuai sasaran nasional.

FGD ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut berupa penguatan monitoring bulanan, pengolahan data berbasis evidence, serta evaluasi capaian program di tingkat Puskesmas dan kabupaten.

Dengan adanya forum diskusi seperti ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk terus berupaya menyelamatkan ibu dan bayi melalui layanan kesehatan yang berkualitas, tepat waktu, dan merata di seluruh wilayah Sulawesi Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here