Perkuat Penanganan Stunting, Plt Kadinkes Sulbar Kolaborasi dengan TP PKK dan BKKBN

0
97
Perkuat Penanganan Stunting, Plt Kadinkes Sulbar Kolaborasi dengan TP PKK dan BKKBN

Upaya penanganan stunting di Sulawesi Barat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Bertempat di Aula Marasa Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Senin (4/8), Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, hadir dalam pertemuan strategis bersama yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Sulawesi Barat, Ny. Harsinah Suhardi, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Rezky Murwanto.

Pertemuan ini menjadi ruang diskusi penting dalam membahas langkah-langkah konkret percepatan penurunan stunting, sekaligus memperkuat keterlibatan berbagai pihak dari tingkat provinsi hingga desa.

Nursyamsi menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan aktif semua unsur, mulai dari kader Posyandu, PKK, BKKBN, pemerintah daerah, hingga masyarakat itu sendiri.

“Stunting adalah persoalan lintas sektor. Kita butuh komitmen bersama dan kerja nyata yang terintegrasi mulai dari intervensi gizi, edukasi keluarga, hingga perbaikan sanitasi lingkungan,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan cakupan pelayanan balita di Posyandu. Berdasarkan data  per Juni  2025, rerata capaian penimbangan balita di Sulawesi Barat baru mencapai 66% dari total sasaran 111.588 balita.

“Kita masih harus bekerja keras. Masih ada sekitar 34% balita yang belum terpantau status gizinya. Ini bisa menjadi potensi risiko stunting jika tidak segera diintervensi,” ujar Aditya dari Tim PASTI PADU yang hadir dalam rapat ini.

Sementara itu, Ketua TP PKK Sulbar, Ny. Harsinah Suhardi, menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong kader PKK agar aktif dalam kegiatan edukasi gizi keluarga, pola asuh anak, dan pemantauan rutin ke Posyandu. Di sisi lain, Kepala Perwakilan BKKBN, Rezky Murwanto, menegaskan peran penting program  membangun keluarga sehat sebagai fondasi penurunan stunting.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk memperkuat integrasi program kerja, memperluas edukasi masyarakat, dan mempercepat pencapaian target penimbangan balita secara maksimal di atas 85% pada tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here