Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten melakukan pendampingan medis selama pelaksanaan Sandeq Silumba 2025 yang berlangsung pada 20–26 Agustus 2025. Pendampingan ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk memastikan kesehatan para Passandeq tetap terjaga sepanjang etape lomba.
Selama kegiatan, tim medis mencatat ratusan peserta yang mendapatkan layanan kesehatan di setiap etape:
Etape 1: 49 pasien dengan keluhan sakit badan, nyeri mata/mata merah, luka lecet, dan lainnya.
Etape 2: 52 pasien dengan keluhan sakit mata, sakit pinggang, sakit kepala, luka lecet, demam, dan lainnya.
Etape 3: 50 pasien dengan keluhan sakit mata, sakit pinggang, sakit kepala, luka lecet, dan lainnya.
Etape 4 & 5 (Mamuju): 35 pasien dengan keluhan sakit mata, nyeri punggung, luka lecet, dan batuk.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa dukungan medis ini menjadi bagian penting dari upaya menyukseskan pelaksanaan Sandeq Silumba, sekaligus memastikan para pelaut tradisional yang mengikuti lomba tetap sehat hingga akhir etape.
“Kesehatan para Passandeq adalah prioritas. Tim medis kami siapkan di setiap titik untuk memberikan pertolongan cepat dan memastikan mereka bisa melanjutkan lomba dengan aman. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendukung suksesnya Sandeq Silumba 2025,” ujar dr. Nursyamsi.
Selain layanan medis langsung, tim kesehatan juga menyiapkan logistik obat-obatan, alat kesehatan, serta melakukan edukasi sederhana kepada peserta agar tetap menjaga stamina, hidrasi, dan pola makan selama lomba.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menegaskan bahwa keberhasilan Sandeq Silumba tidak hanya terletak pada sisi budaya dan pariwisata, tetapi juga pada aspek kesehatan peserta. Dengan dukungan penuh seluruh pihak, kegiatan ini diharapkan berjalan lancar hingga finis, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Barat.