Upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat terus digencarkan. Salah satu lokus adalah Kelurahan Bebanga yang masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Tampapadang Kabupaten Mamuju. Dinas Kesehatan provinsi Sulawesi Barat membuat salah satu intervensi bertema Sulbar Sehat untuk mengawal dan memastikan Puskesmas siap melakukan intervensi Bersama ke lokus yang telah ditetapkan Pasti padu.
Berdasarkan data terbaru, Kelurahan Bebanga masih menghadapi sejumlah tantangan. Angka stunting mencapai 47,10%, lebih tinggi dibandingkan beberapa desa lokus lainnya di wilayah Puskesmas Tampapadang. Selain itu, cakupan K1 Murni hanya 36,20%, persalinan di fasilitas kesehatan 55,83%, dan imunisasi dasar lengkap baru 29,89%. Meski begitu, terdapat capaian yang patut diapresiasi, yaitu keberhasilan pengobatan TB sebesar 75% serta kepesertaan JKN yang bahkan sudah melebihi 100%.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Dewi Sundari, menegaskan pentingnya intervensi yang lebih intensif di wilayah Bebanga.
“Bebanga menjadi prioritas karena tantangan kesehatannya masih cukup tinggi. Perlu kerja sama lintas program dan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, agar indikator kesehatan bisa meningkat,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, juga menekankan bahwa strategi penurunan stunting tidak hanya berhenti pada pemberian makanan tambahan, tetapi harus menyentuh 14 indikator spesifik dan sensitif.
“Perlu penguatan manajemen layanan, konsistensi pemantauan, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di lapangan agar target Sulbar Sehat bisa tercapai,” pesannya.
Dengan kondisi ini, Kelurahan Bebanga yang telah ditetapkan oleh Provinsi Sulawesi Barat menjadi lokus PASTI PADU diharapkan menjadi contoh percepatan perubahan melalui kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah desa, dan dukungan masyarakat. Langkah-langkah terukur di tingkat desa akan sangat menentukan keberhasilan program besar penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Barat.