VISITASI PENILAIAN WAHANA PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA (PIDI)

0
473

Provinsi Sulawesi Barat akan menambah wahana baru pelaksanaan Program Internsip Dokter
Indonesia. Hal ini mengingat semakin meningkatnya kebutuhan wahana sebagai
tempat pemahiran dan pemandirian dokter baru untuk menjadi dokter yang
profesional. Tujuan program ini adalah meningkatkan kinerja outcome profesi
lulusan dokter, pemahiran, pemandirian  (dengan kata lain, memberi kesempatan
dokter baru lulus, untuk melakukan praktik Kedokteran dengan pendampingan,
sesuai SKDI/Standar Kompetensi Dokter Indonesia) untuk menjadikan sosok Dokter
yang Profesional

Untuk
saat ini jumlah wahana PIDI Sulawesi Barat yang sudah ditetapkan oleh Kementerian
Kesehatan sebanyak 4 Rumah Sakit beserta puskesmas pasangannya. Dan pada
tanggal 14 – 16 Oktober 2021 telah dilakukan penilaian/visitasi oleh
kementerian kesehatan/BPPSDMK yaitu Dr.
dr. Angga Kartiwa, Sp.M (K), M.Kes
pada 2 Rumah Sakit beserta PKM pasangannya
yaitu RS Bhayangkara berpasangan dengan Puskesmas Rangas, Puskesmas Botteng,
Puskesmas Dungkait dan Puskesmas Tapalang serta RSUD Mamuju Tengah dengan
Puskesmas Topoyo, Puskesmas Tobadak, Puskesmas Salupangkang dan Puskesmas
Salugatta.

Wahana
Program Internsip Dokter adalah fasilitas pelayanan kesehatan (rumah sakit, dan
Puskesmas)  yang digunakan untuk kegiatan praktik dokter internsip dan
telah memenuhi persyaratan/kriteria sebagai tempat pelaksanaaan Program
Internsip Dokter,  yang telah ditentukan oleh KIDI (Komite Internsip
Dokter Indonesia) Pusat. Fasilitas Pelayanan Kesehatan dimaksud adalah tempat
yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan baik promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah
daerah dan/atau masyarakat.

Akreditasi/penilaian
wahana internsip bertujuan untuk menjamin mutu wahana tempat pelaksanaan
internsip Dokter Indonesia dengan menggunakan pedoman/acuan agar terjamin
objektifitasnya, untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sehingga
diharapkan dapat mengendalikan luaran peserta Internsip Dokter Indonesia.

Penilaian
kelayakan wahan nternsip dilaksanakan berdasarkan suatu kriteria yang disusun
antara KIDI dengan para pemangku kepentingan terkait yang akan menilai kesiapan
dan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk digunakan sebagai
wahana internsip. Setiap wahana melaksanakan penialian sendiri dan kemudian
dikonfirmasi oleh KIDI Propinsi. Hasil penilaian kemudian akan divisitasi dan
direkomendasikan kepada KIDI Pusat untuk dimintakan ijinnya ke Kementerian
Kesehatan.

kriteria wahana intersip fasilitas pelayanan kesehatan dapat menjadi wahana
adalah :

  1. Rumah
    sakit kelas C dan D yang memberikan pelayanan kedokteran primer secara
    komprehensif (pelayanan kuratif juga kegiatan promotif & preventif) dan
    Unit Gawat Darurat
  2. Puskesmas
    dengan atau tanpa perawatan

Hasil visitasi akan berupa laporan dengan kesimpulan layak atau tidak layak menjadi rekomedasi untuk KIDI Pusat mengambil keputusan. Kesimpulan ini harus berdasarkan kepada analisis yang transparan, adil, nyata, sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penilaian akan dikeluarkan oleh KIDI Pusat dan diberitahukan kepada pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan. Wahana yang telah  memperoleh ijin dapat langsung dimanfaatkan untuk Internsip Dokter Indonesia.

By.      Andi Karyawati, SKM., M.Kes Administrator Ahli Muda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here