Tracking Kontak Dalam Rangka Penyelidikan Epidemiologi dan Skrining

0
397

Mamuju – Selasa, 1 September 2020, Bertempat di Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melakukan skrining kesehatan,. Tes ini dilakukan untuk mencari kasus aktif dan juga mengurangi penyebaran Covid-19 yang mulai meningkat secara drastis di Sulawesi Barat khususnya di Mamuju.

 “Kegiatan ini bertujuan melakukan deteksi lebih dini kontak erat kasus Konfirmasi yang didapatkan. Kontak erat kasus konfirmasi dilakukan tracing kontak dan Penyelidikan epidemiologi (PE).

Penyelidikan epidemiologi dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis yang dikeluarkan kementerian Kesehatan yang menekankan penggunaan formulir 6 / Formulir PE.

Kegiatan yang dilakukan oleh Labkesda adalah dengan segera melakukan tindakan skrining  RDT untuk mengetahui apakah orang yang sudah terpapar virus/tidak. Apabila hasilnya reaktif langsung di lakukan swab, dan bila non reaktif, tetap  lakukan pemantauan selama 14 hari.” Ujar Ibu emilda ( Kepala Seksi Surveilans Dnkes Prov )

“Kegiatan ini dilakukan oleh Tim surveilans, Dokter, dan Tenaga analis di Fasyankes, Posko Covid dan salah satunya di lakukan di labkes. Yg dilakukan skrining dan PE bukan hanya kontak erat pasien, tapi juga pelaku perjalanan dan suspek covid.  

“Harapannya semua orang terpapar dapat terdeteksi dengan cepat, sehingga kita dapat segera memutus mata rantai penularan covid-19 di sulawesi barat.” tambah Kepala Seksi Surbveilans Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.

Sebagai gambaran per 2 September 2020 tercatat 396 kasus positif yag dilaporkan oleh bagian Surveilans Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. 48 diantaranya saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit, 63 menjalani isolasi mandiri, 278 dinyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia.

Kabupaten Mamuju merupakan kabupaten dengan kasus aktif terbanyak saat ini yaitu sebanyak 51 kasus baik yang dirawat maupun yang menjalani isolasi mandiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here