Menjawab Tantangan Kompetensi Tenaga Kesehatan menanggulangi KLB dan Wabah di “Masa Pandemi” melalui Tim Gerak Cepat (TGC)

0
1564

Kejadian
Luar Biasa (KLB) penyakit menular dan keracunan makanan masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat karena dapat menyebabkan jatuhnya korban kesakitan dan kematian yang
banyak, menyerap anggaran biaya yang besar dalam upaya penanggulangannya,
berdampak pada sektor ekonomi, pariwisata serta berpotensi menyebar luas lintas
kabupaten/kota, provinsi bahkan antar negara. Diare, campak, difteri, demam
berdarah, keracunan makanan adalah jenis penyakit yang sering menyebabkan KLB
di Indonesia. Jenis KLB penyakit lainnya juga terjadi walaupun jarang adalah
KLB Polio, HFMD, Malaria, dan yang sekarang sedang terjadi adalah wabah pandemi
Covid-19.

Penanggulangan
KLB dan wabah penyakit menular diatur dalam UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah
Penyakit Menular, Peraturan Pemerintah No.40 tahun 1991 tentang Penanggulangan
Wabah Penyakit Menular, Peraturan Menteri Kesehatan No.501 tahun 2010 tentang
Penyakit Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah. Kejadian KLB perlu dideteksi
secara dini dan diikuti tindakan yang cepat dan tepat, perlu diidentifikasi
adanya ancaman KLB beserta kondisi rentan yang memperbesar risiko terjadinya
KLB agar dapat dilakukan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi
kemungkinan KLB. Atas dasar inilah maka sangat dibutuhkan peningkatan kapasitas
tenaga puskesmas khususnya Tim Gerak Cepat (TGC) Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam
upaya melakukan respon pencegahan dan penanggulangan KLB di wilayah kerjanya.
Untuk itulah diperlukan pelatihan bagi tenaga TGC di Puskesmas untuk
meningkatkan kompetensi dalam membantu penanggulangan KLB dan atau wabah di
wilayah kerja masing-masing.

Adapun
beberapa kompetensi yang ingin dicapai melalui pelaksanaan pelatihan tersebut
yaitu tenaga kesehatan di puskesmas yang tergabung dalam Tim Gerak Cepat
diharapkan mampu :

  1. Melakukan surveilans
    penyakit menular potensial KLB dan wabah
  2. Melakukan penyelidikan
    epidemiologi penyakit menular potensial KLB dan wabah
  3. Melakukan pencegahan
    dan pengendalian infeksi terkait penyakit potensialal KLB dan wabah
  4. Melakukan manajemen
    kasus penyakit menular potensial KLB dan wabah
  5. Melakukan pengelolaan
    spesimen penyakit menular potensial KLB dan wabah
  6. Melakukan komunikasi
    risiko penyakit menular potensial KLB dan wabah
  7. Melakukan kerjasama
    tim dalam penanggulangan penyakit menular potensial KLB dan wabah

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat pada
tahun 2021 ini melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan
memiliki agenda kegiatan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas
pada ranah tersebut yang diharapkan dapat terlaksana dengan efektif dan efisien
sehingga Tim Gerak Cepat yang ada di Puskesmas dapat berkontribusi maksimal
dalam pencegahan KLB dan Wabah di wilayah kerja masing-masing terlebih masa
pandemi covid-19 yang saat ini masih melanda diberbagai daerah di Provinsi
Sulawesi Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here