Kunjungan Kerja Kepala PPSDM Kesehatan di Sulawesi Barat

0
226

Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Prof. Abdul Kadir beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Barat untuk berdialog dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Provinsi Sulawesi Barat.

Kegiatan yang dilaksanakan di dMaleo Hotel Mamuju, 27 – 29 februari 2020 di hadiri oleh seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, para direktur Rumah sakit dan lintas sektor terkait kesehatan di Sulawesi Barat

Kedatangan Kepala Badan PPSDM Kesehatan adalah untuk melakukan pengamatan tentang pengembangan SDM Kesehatan terkait peningkatan IPM dan penurunan stunting.

Sasaran pembangunan 2020-2024 adalah pembangunan yang berkualitas dengan tujuan meningkatnya kesejahteraan rakyat dan kualitas manusia, menurunnya tingkat kemiskinan dan pengangguran, berkurangnya kesenjangan pendapat dan wilayah, serta terjaganya keberlanjutan lingkungan dan stabilitas ekonomi.

“Untuk itu terdapat beberapa target yang harus kita wujudkan di tahun 2024, termasuk salah satunya adalah Indeks Pembangunan Manusia menjadi 75,54” ujar Prof Kadir kepada para peserta yang hadir.

Prof Kadir dalam paparannya juga mengatakan bahwa Per 31 Desember 2019, Sesuai standar ketenagaan minimal pada Permenkes 75/2014 terdapat puskesmas-puskesmas di wilayah Indonesia masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan, namun puskesmas-puskesmas lainnya mengalami kelebihan tenaga kesehata, dengan kata lain terdapat maldistribusi tenaga kesehatan di puskesmas. Sebanyak 2.773 atau 27,5% puskesmas telah memenuhi 9 jenis ketenagaan kesehatan sesuai standar di tahun 2019.

Adapun di rumah jika mengacu pada standar minimal pada permenkes 56, pada 2.877 RS di seluruh Indonesia dimana 1.011 diantaranya adalah RS Pemerintah, masih terdapat kekurangan tenaga kesehatan sebanyak 109.029.

Jika dikaitkan dengan indicator kinerja program, maka salah satu yang harus segera di wujudkan yaitu persentase puskesmas tanpa dokter ditahun 2024 adalah 0%, maka saat ini masih terdapat 11% puskesmas tanpa dokter.

Sedangkan upaya pendayagunaan tenaga dokter di puskesmas melalui program Nusantara Sehat telah dilakukan melalui Nusantara Sehat Individu (bacht 1-21) sebanyak 484 orang dan Nusantara Sehat Tim (bacht 1-14) sebanyak 111.

Adanya desentralisasi dan otonomi daerah memberikan beberapa peluang yang memerlukan komitmen dari berbagai pihak. Olehnya itu Provinsi Sulawesi Barat memiliki peluang untuk dapat melakukan terobosan-terobosan terkait inovasi pengembangan SDM kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here