Kadinkes Sulbar : Kesempatan ini tidak akan datang dua kali, jadi mari kita manfaatkan peluang emas ke Jepang ini dengan sebaik-baiknya

0
30
Asran Masdy, saat menghadiri acara Sosialisasi Peluang Kerja Tenaga Kesehatan di Jepang

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Asran Masdy, saat menghadiri acara Sosialisasi Peluang Kerja Tenaga Kesehatan di Jepang yang diselenggarakan oleh Kaikoukai Healthcare Group Jepang pada Senin, 8 Juli 2024, di Aula Marasa Corner.

Menurut Asran, Moment Kaikoukai Healthcare Group Jepang kembali hadir memperkuat kerja sama dengan Pemprov Sulbar dalam sektor tenaga kerja kesehatan. Ia menekankan bahwa ini adalah kesempatan emas yang harus disambut baik oleh semua elemen masyarakat Sulbar, terutama para perawat dan bidan muda yang masih butuh peningkatan keterampilan, dan kemampuan, baik itu bahasa jepang maupun Skill selaku tenaga profesional yg bertaraf internasional, dan juga sambil meningkatkan dukungan perekonomian keluarga

“Kesempatan ini tidak akan datang dua kali, jadi mari kita manfaatkan peluang emas ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Asran.

Ia juga menyebutkan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan di Jepang mencapai 38.000 per tahun, dan jumlah ini masih jauh dari terpenuhi. Oleh karena itu, sosialisasi ini ditujukan kepada mahasiswa, alumni, serta lulusan D3 dan S1 Keperawatan yang berusia di bawah 35 tahun untuk bersiap mengambil peluang ini.

Pihak Kaikoukai Healthcare Group Jepang menjelaskan bahwa tenaga kerja perawat Jepang yang dibutuhkan harus memiliki tiga hal utama: keterampilan kesehatan, kemampuan berbahasa Jepang, dan kemauan yang kuat. Mereka juga menawarkan kursus bahasa Jepang secara gratis.

“Ini adalah kesempatan luar biasa. Kami mendorong agar anak-anak kita yang memiliki keterampilan ini dapat mengikuti program tersebut,” tambah Asran.

Pemprov Sulbar mengapresiasi kerja sama ini dan berharap Dinas Kesehatan serta Disnaker dapat berkontribusi langsung. Asran juga menyebutkan bahwa siswa-siswi SMA yang berminat bekerja di Jepang juga memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini.

“Diharapkan pada tahun 2025, sudah ada yang berangkat ke Jepang setelah mengikuti ujian keterampilan bahasa Jepang,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here