Anggota DPD RI Sulbar Reses Virtual Pelaksanaan Covid 19 Sulawesi Barat

0
52

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Ir. Iskandar Muda Baharuddin Lopa, melakukan reses terkait pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan khsusunya terkait dampak covid-19 terhadap kesehatan masyarakat (19/10/2020).

Kegiatan yang dilaksanakan via virtual meeting yang dihadiri oleh pelaksana program Covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dan beberapa tim Ahli anggota DDP RI yang dilaksanakan di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.

Iskandar Baharuddin Lopa dalam penyampainnya melakukan evaluasi terhadap penanganan pasien covid-19 di Sulawesi Barat dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam pencegahan dan penanganan covid-19.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat drg. Asran Masdy, SKG, MAP bersama dengan Tim Dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menyampaikan jumlah kasus covid-19 di Sulawesi Barat , kebijakan pemerintah dalam penanganan covid dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di di Sulawesi Barat.

Sekretaris Dinkes juga melaporkan Jumlah kasus covid 19 Sulawesi Barat per 19 Oktober 2020 sebanyak 952 kasus kumulatif. 38 kasus sementara dirawat, 185 isolasi mandiri, 717 sembuh dan 12 kasus meninggal dunia. Sejak Maret 2020 Provinsi Sulawesi Barat melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 6.489 spesimen dengan positif rate (15%) atau 952 diantaranya positif.

Kepala Seksi pelayanan Kesehatan, Erieka Novianti, SKM, M,Kes menyatakan bahwa kapasitas tempat tidur di fasilitas pelayanan kesehatan yang terkait penanganan covid-19 masih memadai dikarenakan adanya kebijakan peralihan perawatan berdasarkan revisi 5 penanganan covid dimana pasien covid 19 yang tanpa gejala dianjurkan untuk melakukan isolasi secara mandiri. Namun perlu dilakukan kajian lebih lanjut kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan primer dalam melakukan pengawasan terhadap pasien dalam melakukan pengawasan terhadap pasien isolasi mandiri karena bisa menimbulkan adanya kluster baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here